Selasa, 26 November 2013

TIFS MEMBUKA USAHA BAGI SEORANG PELAUT

Asaalamualaikum..

Salam sejahtera untuk semuanya terutama para rekan PELAUT indonesia di seluruh belahan dunia, saya disini akan berbagi pengalaman pribadi tifs membuka usaha bagi para pelaut yang masih aktif.
Saya sering di suguhkan pertanyaan yang dulu membuat hati saya gundah dan waswas yang membuat saya harus berfikir keras untuk memecahkan pertanyaan tersebut, pertanyaan tersebut adalah sampai kapan anda akan kerja di laut dan apa yang akan anda lakukan kalau sudah pensiun kerja di laut?, saya yakin rekan pelaut pernah bertanya seperti itu paling tidak pada diri sendiri.

sekarang kita masih kuat untuk kerja di laut dan jauh dari keluarga tetapi suatu saat nanti kita akan merasa rapuh dan sangat memerlukan dekat dengan keluarga, dan kita wajib harus tetap bisa menafkahi keluarga, maka dengan itu kita harus bisa usaha dan bisnis di darat dimulai dari sekarang.

Tentu menjadi menarik untuk memahami bahwa bisnis bisa terjadi baik di laut maupun di darat. Bahkan, dengan profesi saat ini sebagai pelaut, maka hal tersebut memungkinkan untuk mendapatkan informasi dan akses ke berbagai lokasi dengan produk unggulan yang spesifik dari setiap daerah.

Berbekal informasi mengenai hal tersebut, maka tentu kita dapat membawa produk unggulan dari daerah yang dihampiri tersebut untuk kemudian dijual kembali. Dalam posisi sebaliknya, dapat pula membawa produk dari daerah kita untuk dibawa kembali ke daerah persinggahannya. Itu merupakan bentuk sederhana usaha yang dapat dilaksanakan selaras dengan profesinya saat ini.

Bila kemudian usaha yang hendak dilakukan berbeda, maka memang jika bisnis dilakukan masih bersifat personal, akan terdapat kesulitan untuk melakukan pengawasan langsung secara fisik. Dalam hal ini, yang perlu dibentuk adalah sistem kerjanya. Nah untuk kita tentukan apa basis usaha yang akan diterjuni, setelah itu baru melangkah ke bentuk implementasi usahanya.
Saya Mencontohkan bentuk usaha yang mungkin cocok untuk para PELAUT yang masih aktif :

1. Usaha Rumah tinggal sewa atau rumah kos.
2. Usaha Rumah Toko.
3. Usaha Tempat kebugaran (gor futsal, batminton, fitnes)
4. Usaha Gedung serbaguna ( buat acara resepsi dan acara lainya).


Setelah dapat ditentukan jenis usaha yang akan digeluti, maka kemudian buat format kerjanya. Seperti apakah akan membentuk tim, atau membangun hubungan dengan konsep joint partner untuk kelola operasional, bahkan bisa juga melibatkan keluarga (kakak, adik, istri) sebagai pihak yang dipercaya serta diberikan amanat untuk melakukan pengelolaan usaha.

Berkenaan dengan fungsi pengawasan usaha, dapat dilakukan evaluasi berkala (harian, mingguan dan bulanan) di mana pemasukan dan pengeluaran menjadi indikator penting yang akan dimonitoring. Saat ini fungsi teknologi (email, sms, phone, BBM) menjadi vital, sehingga dimanapun akan mudah melakukan supervisi. Di samping itu, perlu juga dilakukan monitoring atas aktivitas operasional usaha.

Hal ini berkaitan dengan pemantauan atas disiplin tim, agenda semua tim kerja yang terlibat, hingga sampai pada tahap akhir yakni monitoring penyampaian produk/pelayanan jasa kepada pelanggan. Tentu diperlukan person in charge yang akan menjadi pihak terpercaya untuk melakukan daily monitor. Untuk itu, aspek pertimbangan dari kita sendiri secara personal perlu mendapat perhatian.

Lihat peluang dari apa yang ada di sekitar kita itu sangatlah penting untuk menunjang mewujudkan cita cita kita dalam berbisnis di darat dan ada beberapa kunci sukses yang selalu saya pegang teguh yaitu :

                                                                   

Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada semua rekan rekan saya, senior senior saya dan dengan tidak merasa menggurui sahabat semua, saya mohon maaf bila artikel yang saya sampaikan kurang dan jauh dari kesempurnaan karena saya sendiri sama sama sedang tahap pembelajaran.
Salam Hormat saya untuk para ALUMNI AKMI SUAKA BAHARI CIREBON dimanapun berada selalu JAYA dan semoga kompak SELALU..

wasalam...

                                                                            
                                                             Akira Kyoshi A Sopyan
                                                      Email : akira_kyoshi@yahoo.com
                                                                 sasimi78@yahoo.com
                                                                      pin 7621EB83

Senin, 18 November 2013

10 PELABUHAN LAUT TERBESAR DI DUNIA

Salam sejahtera

Jayalah para pelaut indonesia dianapun berada, ada 10 pelabuhan terbesar di dunia dan Asia adalah yang mendominasi dari 10 pelabuhan terbesar tersebut, perlu di ketahui oleh para pelaut indonesia bahwa kesempatan join di perusahaan asing sangatlah besar kesempatanya, maka tingkatkanlah kualitas individual untuk para pelaut indonesia dengan cara mengikuti kursus kecakapan dan keahlian pelaut dan yang harus sangat di perhatikan oleh para pelaut adalah dalam segi penguasaan bahasa asing , karena kelemahan pelaut indonesia adalah penguasaan bahasa asing yang kurang bagus.

Dan inilah beberapa pelabuhan terbesar dunia yang ektabilitasnya tinggi dan yang pasti telah di kenal oleh kalangan para pelaut mancanegata terutama pelaut indonesia.

Kapasitas perekonomian di suatu negara bisa diukur salah satunya dengan melihat besarnya kapasitas pelabuhan laut di negera tersebut. Pelabuhan laut (seaport) yang dimaksudkan adalah pelabuhan pemuatan barang untuk keperluan keluar dan masuk ke pelabuhan. Fungsinya sangat strategis, karena menjadi penentu gerak perekonomian di suatu negara. Berikut ini akan diulas mengenai 10 pelabuhan laut terbesar di dunia. Di manakah ranking pelabuhan laut utama di Indonesia?

Pelabuhan laut yang dibahas di sini adalah jenis pelabuhan laut untuk perdagangan luar negeri (berdasarkan PP No 69 Tahun 2001). Aktivitasnya meliputi bongkar muat, penyimpanan kargo (transito), dan persinggahan kapal jenis petikemas. Pelabuhan laut semacam ini disinggahi oleh kapal-kapal berbendera nasional maupun internasional (berdasarkan persetujuan bilateral). Fasilitas yang tersedia berupa dermaga, crane (alat untuk bongkar muat petikemas), dan gudang (transito). Kapasitas pelabuhan laut diukur berdasarkan banyaknya muatan yang bisa disimpan yang dinyatakan dalam satuan twenty-foot equivalent unit atau disingkat TEU. Untuk satu kontainer dengan panjang 20 kaki (feet) adalah ekuivalen dengan 1 TEU. Satuan kapasitas lainnya yang digunakan berdasarkan volume kargo atau berdasarkan tonase bongkar muat pelabuhan.

Kita mulai ulasannya dengan 10 pelabuhan terbesar di dunia berdasarkan satuan TEU untuk tahun 2011. Sayangnya penulis belum mendapatkan daftar lengkap dari sumber AAPA yang baru merilis laporan untuk tahun 2010.

1. Port of Shanghai (China): 29 Juta TEUs
Cukup mengejutkan, karena Port of Shanghai pada tahun 2011 masih mampu melampaui Port of Singapore sejak tahun 2010. Pelabuhan Shanghai memiliki peran ganda, yaitu sebagai pelabuhan laut dan sekaligus pelabuhan sungai (terletak di muara sungai Yangtze). Pada tahun 2011 lalu, tercatat lalu lintas pemuatan kargo sebanyak 29 juta TEUs. Pelabuhan Shanghai menjadi urat nadi bagi perekonomian di kawasan lain, seperti Propinsi Zhejiang, Propinsi Jiangsu, dan Propinsi Henan.


2. Port of Ningbo-Zhoushan (China)
Pelabuhan laut ini sebenarnya merupakan gabungan dua pelabuhan lama, yaitu Ningbo Port dan Zhoushan Port. Penggabungan dilakukan pada tahun 2006 untuk memudahkan pengelolaan perairan di dalam satu koordinasi pelabuhan laut. Pelabuhan Ningbo sendiri senantiasa masuk ke dalam peringkat 10 besar pelabuhan laut di dunia. Dengan penggabungan tersebut, secara perlahan posisinya mulai merangkak, bahkan mampu menggeser posisi Port of Singapore. Pelabuhan Ningbo-Zhoushan sekaligus mengakomodasi angkutan laut untuk tiga sungai utama, yaitu Sungai Yangtze, Sungai Yong, dan Sungai Qaintang. Hingga saat ini, pelabuhan tersebut masih dalam tahap perluasan dan renovasi yang akan rampung pada tahun 2014 nanti.


3. Port of Singapore (Singapore)
Pelabuhan Singapura sebenarnya merupakan pelabuhan laut paling besar dan paling sibuk di kawasan Asia Tenggara. Dalam rangking dunia, Port of Singapore senantiasa menempati peringkat kedua dan ketiga sejak tahun 2008. Hebatnya lagi, Singapura merupakan satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara dengan luas wilayah paling kecil. Pelabuhan Singapura terhubung dengan sebanyak 600 pelabuhan di seluruh dunia dan ada sebanyak lebih dari 100 negara yang berhubungan dengan pelabuhan laut Singapura. Pelabuhan ini juga difungsikan untuk mengelola kargo minyak di mana terdapat sebanyak hampir 50% minyak mentah dunia transit di Singapura.


4. Port of Rotterdam (Belanda)
Pelabuhan Rotterdam merupakan satu-satunya pelabuhan laut terbesar di Eropa. Nama Port of Rotterdam sebelumnya sempat menjadi pelabuhan laut terbesar di dunia untuk kurun waktu 42 tahun lamanya, yaitu dari tahun 1962 hingga 2004. Pelabuhan ini pula satu-satunya pelabuhan di Eropa yang masuk ke dalam daftar 10 besar pelabuhan terbesar versi AAPA.


5. Port of Tianjin (China)
Pelabuhan Tianjin terletak di sepanjang bagian ujung muara Sungai Haihe. Saat ini, pelabuhan ini telah terhubung dengan lebih dari 400 pelabuhan laut di dunia dan dikunjungi oleh kapal-kapal lebih dari 200 negara. Angka tersebut masih dimungkinkan untuk mengalami kenaikan hingga 4 tahun mendatang, mengingat kapasitas pelabuhan ini belum mencapai tahap optimal. Di China sendiri, Pelabuhan Tianjin merupakan pelabuhan laut terbesar ketiga dan terbesar untuk kawasan China Utara.


6. Port of Guangzhou (China)
Propinsi Guangzhou merupakan salah satu propinsi industri besar di China. Pelabuhan Guangzhou sendiri merupakan pelabuhan laut terbesar di kawasan China bagian Selatan. Saat ini, Pelabuhan Guangzhou telah terhubung dengan lebih dari 300 pelabuhan utama di dunia dan dikunjungi oleh kapal yang berasal dari lebih 100 negara. Keberadaan pelabuhan ini menjadi penopang bagi aktivitas perindustrian di Propinsi Guangxi, Yunnan, Hunan, dan Jiangxi.


7. Port of Qingdao (China)
Pelabuhan Qingdao terletak berselebahan dengan Sungai Kuning di Semenanjung Shandong. Letaknya pula sebenarnya bisa dikatakan di antara dua raksasa bisnis Asia, yaitu Jepang dan Korea Selatan. Saat ini, Pelabuhan Qingdao telah terhubung dengan lebih dari 450 pelabuhan laut utama di dunia dan sebanyak lebih dari 130 negara.


8. Qinhuangdao Port (China)
Pelabuhan Qinhuangdao merupakan pelabuhan utama masuk dan keluar batu baru di China selama lebih dari tiga dekade. Pelabuhan ini dikenal pula pelabuhan pemuatan batu bara terbesar di dunia. Hampir sebanyak 50% batu baru akan didistribusikan ke bagian Utara dan Selatan China.


9. Hong Kong Port (China)
Hong Kong merupakan sebuah pulau kecil yang letaknya terpisah dari China daratan. Lokasinya cukup ideal untuk dibuatkan menjadi pelabuhan laut. Hong Kong pula termasuk berada di tengah jalur lalu lintas perdagangan dunia. Pelabuhan Hong Kong selama senantiasa masuk ke dalam peringkat 10 besar pelabuhan laut terbesar versi AAPA untuk berbagai kategori. Sebelum kembali ke China pada tahun 1997, Pelabuhan Hong Kong merupakan jantung perekonomian di negara kecil tersebut.


10. Port of Busan (Korea Selatan)
Pelabuhan yang dikenal juga dengan nama Port of Pusan ini memiliki ukuran luas terbesar dari ukuran luas wilayah kota di Korea Selatan. Letaknya persis di bagian muara Sungai Naktong serta menghadap ke jalur lalu lintas perdagangan laut (Samudera Pasifik). Port of Busan termasuk menjadi pelabuhan penghubung di Samudera Pasifik. Kabar terakhir, pelabuhan ini akan dikembangkan perluasan dan kapasitasnya yang baru akan rampung pada tahun 2015.


20 Besar Pelabuhan Laut Tahun 2010
Data terakhir yang dirilis oleh AAPA mengenai perangkingan pelabuhan laut adalah tahun 2010. Ulasan di atas untuk periode tahun 2011 berdasarkan perkiraan sementara laporan AAPA yang belum meliputi seluruh pelabuhan laut di dunia. Berikut ini disajikan daftar 20 besar pelabuhan laut berdasarkan satuan volume (tonase) dan tingkat kepadatan lalu lintas (TEU).



Dari 20 besar pelabuhan laut tahun 2010 terlihat masih didominasi oleh Asia. Berdasarkan volume, terdapat sebanyak 14 pelabuhan laut di Asia yang masuk ke peringkat 20 besar di mana sebanyak 9 pelabuhan di antaranya berasal dari China. Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia masing-masing menempatkan sebanyak 2 pelabuhan ke dalam peringkat 20 besar. Begitu pula berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas, terdapat sebanyak 13 pelabuhan laut berasal dari Asia. China masih mendominasi dengan sebanyak 8 pelabuhan lautnya. Eropa dan Amerika Serikat masing-masing menempatkan 3 pelabuhannya ke dalam ranking 20 besar tersebut. Cukup mengejutkan, terdapat dua pelabuhan laut dari Malaysia yang menempatkan dirinya masuk ke dalam ranking 20 besar berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas pelabuhan (TEU).

Daftar lengkap World Port Ranking 2010 yang dikeluarkan oleh AAPA bisa diunduh di sini (WPR AAPA 2010).

Pelabuhan Utama di Asia Tenggara
Kawasan Asia Tenggara sebenarnya merupakan kawasan perekonomian yang sangat strategis. Di kawasan ini setidaknya terdapat beberapa jalur pelayaran internasional yang cukup penting, seperti Selat Malaka. Lokasi Asia Tenggara pula sangat memungkinkan menjadi lokasi transit ataupun jalur pelayaran dan pengangkutan laut di dunia. Berikut ini beberapa pelabuhan laut di Asia Tenggara yang masuk ke dalam kelompok 100 besar menurut versi AAPA 2010.



Port of Singapore masih merupakan satu-satunya pelabuha laut paling besar dan paling sibuk di Asia Tenggara. Setidaknya Asia Tenggara memiliki 5 negara penting yang menjadi lokasi pelabuhan laut, yaitu Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Dalam hal ini, pelabuhan laut di Malaysia dan Thailand terlihat masih menempati posisi di atas Indonesia (Port of Tanjung Priok). Malaysia mencatatkan terdapat dua pelabuhan laut penting, yaitu Port Kelang dan Port of Tanjung Pelepas. Posisi pelabuhan Tanjung Priok cukup baik untuk kategori kesibukan pelabuhan, yaitu menempati posisi 24 dari 100 pelabuhan laut tersibuk di dunia. Pelabuhan Laem Chabang (Thailand) termasuk berada pada kawasan strategis yang menjadi pintu masuk ke kawasan lalul lintas perdagangan internasional. Begitu pula dengan pelabuhan Ho Chi Minh (Vietnam).

Peluang Besar Yang Diabaikan
Sebenarnya sangat mengejutkan mengetahui hanya ada nama Port of Tanjung Priok yang masuk ke dalam peringkat 100 besar pelabuhan laut dunia versi AAPA. Peringkat pelabuhan Tanjung Priok sendiri masih jauh di bawah Singapura dan Malaysia. Port Kelang memiliki tingkat kesibukan dua kali lebih besar daripada Port of Tanjung Priok. Dari kapasitas bongkar muatnya saja, Port of Laem Chabang memiliki bisa hampir dua kali lipat kapasitas bongkar muat dari Port of Tanjung Priok pada tahun 2010. Peringkat Tanjung Priok hanya lebih baik dari Port of Manila (Filipina) dan Port of Ho Chi Minh (Vietnam). Sementara itu, Indonesia adalah negara yang memiliki kawasan paling luas di Asia Tenggara dengan bentuk kepulauannya.

Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah terdapat cukup banyak pelabuhan laut untuk keperluan bongkar muat petikemas. Pelabuhan tersebut tersebar dari Jayapura, Sorong, Ambon, Makassar, Tarakan, Banjarmasin, Surabaya, Semarang, Tanjung Priok, Bawean, Lampung, Medan, Aceh, dan masih belum ditambahkan pelabuhan-pelabuhan transit berskala nasional. Mereka semua memiliki potensi untuk bisa dikembangkan menjadi pelabuhan laut bertaraf internasional dengan tingkat kesibukan maupun kapasitas bongkar muat yang tinggi. Mereka semua terletak di zona pelayaran internasional yang cukup penting menjadi pintu masuk ke Pasifik maupun Samudera Hindia.

Persoalannya hanya tinggal memanfaatkan peluang geografis dan mengoptimalkannya. Langkah pertama tentu dengan membenahi administrasi pelabuhan dengan terus meningkatkan standarisasi pelabuhan di seluruh lokasi-lokasi pelabuhan laut untuk keperluan bongkar muat barang. Kita bisa meniru strategi yang digunakan oleh Singapura dengan memposisikan wilayah pelabuhan laut untuk keperluan transit barang. Ada beberapa titik perairan di mana lokasi pelabuhan langsung menghadap dan berada di jalur pelayaran internasional. Langkah selanjutnya adalah dengan memperluas zona pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pada prinsipnya, pelabuhan laut untuk bongkar muat barang merupakan salah satu infrastruktur. Dukungan infrastruktur yang memadai akan sangat dibutuhkan untuk mendukung penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan NKRI.


Mungkin sekian yang saya bisa sampaikan dan mudah mudahan ada manfaatnya bagi pengunjung blog pribadi saya, dan saya ucapkan salam corsa untuk para pelaut indonesia terutama ALUMNI AKMI CIREBON dimanapun berada, semoga tuhan selalu melindungi kita semua.. amin.

Wasalam.
                     
                                                                     
                                                             Akira Kyoshi A Sopyan
                                                 email :    akira_kyoshi@yahoo.com

Senin, 11 Februari 2013

MEMBUAT SIM INTERNASIONAL


Saya disini akan mengangkat artikel pembuatan SIM INTERNASIONAL, kita sebagai pelaut sering kali bepergian tugas kerja ke luar negeri, nah untuk mempermudah selama di luar negeri kadang kita membutuhkan kendaraan untuk aktifitas, untuk mengendarai MOBIL ato sepeda motor di negara lain kita harus memiliki SIM internasional, dan ini caranya mengurus kepemilikan SIM INRERNASIONAL.

Kantor pengurusan SIM Internasional tepatnya berada di gedung NTMC (National Traffic Management Center) Korps Lalu Lintas Polri di jalan MT. Haryono, Jakarta Selatan.. Lalu sebenarnya bagaimana proses pembuatan SIM Internasional tersebut?


adplus
Pertama pastikan Anda membawa SIM, KTP dan Paspor asli yang masih berlaku, beserta fotokopinya. Jangan lupa juga membawa materai senilai Rp 6.000 untuk registrasi formulir dan pas foto berukuran 4×6 dengan pakaian berjas, lengkap dengan dasinya serta berlatar belakang warna biru sebanyak 3 buah. Bianya administrasinya cukup Rp 250 ribu, atau lebih murah Rp 200 dari sebelumnya saat dipegang IMI yang mencapai Rp 450 ribu.

Setelah itu ambil nomor antrian dan tunggu panggilan melalui pengeras suara dan display di ruang tunggu ber-AC. Setelah dipanggil, silahkan masuk ke bagian pelayanan SIM Internasional dan akan dilayani oleh tiga Polisi Wanita yang ramah dan penuh senyuman. Kemudian serahkan berkas-berkas diatas dan petugas akan memberikan formulir atau blangko registrasi. Formulir tersebut berupa data yang harus diisi seperti nama, alamat, nomor telepon dan SIM Internasional jenis apa yang akan dibuat, diatas materai Rp 6.000.
“Ada 4 kategori SIM Internasional yaitu Golongan A untuk sepeda motor, B untuk kendaraan mobil dengan tidak lebih dari 8 kursi, C untuk kendaraan pengangkut barang, D untuk kendaraan penumpang tidak lebih dari 8 kursi, dan E kombinasi dari B, C atau D.

Setelah berkas-berkas lengkap dan formulir diisi, pemohon melakukan pembayaran sebesar Rp 250 ribu untuk pembuatan SIM Internasional baru dan Rp 225 ribu jika perpanjangan. Setelah administrasi selesai, berkas tersebut diserahkan kepada operator untuk dilakukan entry data dan dilakukan kembali konfirmasi ulang terhadap data pemohon, guna menghindari kesalahan.

Tak lama kemudian proses pencetakan dimulai dan dilakukan legalisasi stempel dan emboss. Hebatnya semua proses tersebut dilakukan dalam satu ruangan dan tidak berbelit-belit. Selain lebih efisien, pengerjaan SIM Internasional ini terbilang sangat cepat hanya sekitar 30 menit saja. Hal ini berbeda dengan pembuatan SIM Nasional yang sebelumnya harus test mata, ujian teori, ujian praktek dan mendatangi loket yang berbeda-beda.“Yang lama mungkin hanya proses menunggu antrian saja, tapi itupun mungkin paling lama sekitar 1 jam. Jika ingin cepat, datang pagi pas buka jam 8.30.

Mungkin hanya itu yang saya bisa terangkan dalam nengurus kepemilikan sim internasional semoga bermanfaat bagi rekan semua..

terimakasih,.

                                                                            

                                                              Akira Kyoshi A Sopyan

Minggu, 29 Juli 2012

Tentang International Maritime Organization

International Maritime Organization
( I M O )
Dalam rangka meningkatkan keselamatan kerja dan keselamatan pelayaran, PBB dalam koperensinya pada tahun 1948 telah menyetujui untuk membentuk suatu badan Internasional yang khusus menangani masalah-masalah kemaritiman. Badan tersebut dibentuk pertama kali dengan nama Inter Govermental Maritime Consuktative Organization ( IMCO ). Sepuluh tahun kemudian, yakni pada tahun 1958 organisasi tersebut baru diakui secara Internasional. Kemudian berubah nama menjadi International Maritime Organization ( IMO ) sejak tanggal, 22 Mei 1982.

Empat tahun sebelim INO diberlakukan secara Internasional yakni pada tahun 1954 Marine Pollution Convention sudah mulai diberlakukan tetapi baru pada tahun 1959 secara resmi di administrasikan dan di sebar luaskan oleh IMO. International Maritime Organization ( IMO ) berkedudukan di London, dengan alamat 4 Albert Embankment yang merupakan satu-satunya Badan Spesialisasi PBB yang bermarkas di Inggris. Sedang Paripurna IMO disebut Assembly melakukan pertemuan tahunan satu kali dalam selang waktu dua tahun dan biasanya diadakan pada bulan September atau Oktober. Pertemuan tahunan yang diadakan yang disebut Council, anggotanya terdiri dari 32 negara yang dipilih oleh sidang Assembly dan bertindak sebagai Badan Pelaksana harian kegiatan IMO. IMO adalah Badan Organisasi yang menangani masalah teknis dan sebagian besar kegiatannya dilaksanakan oleh beberapa Komite.

1. The Marine Safety Committee ( MSC )

Merupakan komite yang paling senior dan khusus menangani pekerjaan yang berhubungan dengan masalah keselamatan dan teknik. Memiliki beberapa Sub committee sesuai tugas masing-masing.

2. The Marine Environment Protection Committee ( MEPC )

Dibentuk oleh IMO Assembly pada tahun 1973 dengan tugas mengkoordinir kegiatan pencegahan dan pengontrolan pencemaran laut yang asalnya dari kapal. Sub Committee dari Bulk Chemicals merupakan juga sub committee dari MEPC kalau menyangkut masalah pencemaran.

3. The Technical C0-Operation Committee
Tugasnya mengkoordinir bantuan teknik dari IMO di bidang maritim terutama untuk negara berkembang. Komite teknik ini merupakan komite pertama dalam organisasi PBB yang diakui sebagai bagian dari konvensi. Badan ini dibentuk tahun 1975 dan merupakan agen pertama PBB yang membentuk technical cooperation dalam bentuk struktur organisasi. Tujuannya adalah menyediakan program bantuan untuk setiap negara terutama negara berkembang untuk meratifikasi dan kemudian melaksanakan peraturan yang dikeluarkan oleh IMO. IMO menyediakan tenaga bantuan konsultan di lapangan dan petunjuk dari Headquarters kepada pemerintah yang memintanya untuk melakukan training keselamatan kerja maritim dan pencegahan pencemaran terhadap ABK bagian deck, mesin dan personil darat. Melalui Komite ini IMO melakukan seminar dan workshop dibeberapa negara setiap tahun dan sudah mengerjakan banyak proyek bantuan teknik di seluruh dunia. Proyek ambisius yang dilakukan Komite ini adalah mendirikan “The World Maritime University” di Malmo Swedia pada tahun 1983, dengan tujuan untuk mendidik dan menyediakan tenaga trampil dalam bidang keselamatan dan lingkungan maritim, dari negara berkembang yang sudah mempunyai latar belakang pendidikan yang mencukupi di negara masing-masing.

5. Sekretariat IMO
Sekretariat IMO dipimpin oleh Secretary General yang dibantu oleh ± 300 tenaga dari berbagai negara termasuk para penterjemah ke dalam 6 bahasa yang diakui dapat digunakan berkomunikasi dalam sidang komite, yakni bahasa inggris, Perancis, Rusia, Spanyol, Arab, China dan 3 bahasa teknis 13.6. Tugas dan Pekerjaan IMO Tugas Utama IMO adalah membuat peraturan-peraturan keselamatan kerja dilaut termasuk keselamatan pelayaran dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan perairan. Seperti halnya SOLAS 74/78 diberlakukan oleh pemerintah Indonesia dengan Keputusan Presiden No. 65 tahun 1980 dan MARPOL 73/78 dengan Keputusan Presiden No. 46 tahun 1986. Kedua Keputusan Presiden tersebut sudah tercakup dalam UU No. 21 tahun 1992 tentang Pelayaran.
Konvensi-konvensi IMO paling penting yang sudah dikeluarkan adalah sebagai berikut :

  1. - Safety Of Life At Sea ( SOLAS ) Convention 1974/1978
  2. - Marine Pollution Prevention ( MARPOL ) Convention 1973/1978
  3. - Standard of Training Certification and Watchkeeping for Seafarers

(SCTW) Convention 1978 termasuk beberapa amandements dari setiap konvensi.
Dalam ketiga konvensi tersebut digariskan peraturan keselamatan kerja di laut, pencegahan pencemaran perairan dan persyaratan pengetahuan dan ketrampilan minimum yang harus dipenuhi oleh awak kapal. SOLAS Convention, menangani aspek keselamatan kapal termasuk konstruksi, navigasi dan komunikasi. MARPOL Convention, menangani aspek lingkungan perairan khusus untuk pencegahan pencemaran yang asalnya dari kapal, alat apung lainnya dan usaha penanggulangannya. STCW Convention, berisi persyaratan minimum pendidikan atau training yang harus dipenuhi oleh ABK (Anak Buah Kapal) untuk bekerja di atas kapal sebagai pelaut.


Akira Kyoshi A Sopyan
email : akira_kyoshi@yahoo.com

PUKP ATAU BADAN DIKLAT DAN AKADEMI KEPELAUTAN / PELAYARAN

DAFTAR ALAMAT PUKP ATAU BADAN DIKLAT DAN AKADEMI KEPELAUTAN / PELAYARAN

Badan Diklat

1. BP2IP – Tangerang  (Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran)

Program-program diklat yang diselenggarakan, adalah untuk menyiapkan tenaga-tenaga pelaut tingkat dasar yang handal.
Program diklat yang ditawarkan adalah Pendidikan Pelayaran Tingkat dasar dengan jurusan :
- Nautika
- Teknika
Program pendidikan tersebut diperuntukkan bagi para lulusan minimal SLTP atau sederajat.
Lokasi : Jl. Raya Karang Serang No. 1 Sukadiri Tangerang – Banten
http://www.bp2ip-tng.sch.id/

2. BP2IP – Surabaya (Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran)

Program-program diklat yang diselenggarakan, adalah untuk menyiapkan tenaga-tenaga pelaut tingkat dasar yang handal.
Program diklat yang ditawarkan adalah Pendidikan Pelayaran Tingkat dasar dengan jurusan :
- Nautika
- Teknika
Program pendidikan tersebut diperuntukkan bagi para lulusan minimal SLTP atau sederajat.

Jl. Raya Hang Tuah No. 5 Surabaya


Phone 62-31-3523685
Fax 62-31-3546028
Email info@bp2ip-surabaya.ac.id
http://www.bp2ip-surabaya.ac.id
3. BP2IP – Barombong (Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran)

Program-program diklat yang diselenggarakan, adalah untuk menyiapkan tenaga-tenaga pelaut tingkat dasar yang handal.

Program diklat yang ditawarkan adalah :

- Diklat Pelayaran Tingkat Dasar
- Teknik Pelayaran Nasional

Program pendidikan tersebut diperuntukkan bagi para lulusan minimal SLTP atau sederajat.

Phone     : Telp. 0411-317322 
Fax.       :   0411-326435
Address : Jl. Permandian Alam No.1 Barombong, Ujung Pandang,
               Sulawesi Selatan 90225
Or send us an e-mail at ; dhiemask2000@yahoo.com  

4. STIP – JAKARTA

(Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran)

Program-program diklat yang diselenggarakan, sesuai Sertifikat ISO 9000 adalah untuk mencetak perwira pelayaran niaga yang professional.

Program diklat yang ditawarkan adalah :

- Program D-III dan D-IV Nautika

- Program D-III dan D-IV Teknika

- Program D-III dan D-IV Ketatalaksanaan

Program pendidikan tersebut diperuntukkan bagi para lulusan :

- SMU/MAN/SMK Pelayaran/ SMK Mesin, Listrik, Otomotif

Jl. Marunda Makmur Cilincing, Jakarta Utara 14150, Indonesia
Phone: (62-21) 8899.1618 (Hunting) dan (62-21) 4483.4345 | Fax: (62-21) 4483.4345
E-Mail: webmaster@stipjakarta.ac.id
http://www.stipjakarta.ac.id/stip/web/id/

5. PIP – Semarang

(Politeknik Ilmu Pelayaran)

Program-program diklat yang diselenggarakan, untuk mencetak perwira pelayaran niaga yang professional.

Program diklat yang ditawarkan adalah :

- Program D-III dan D-IV Nautika

- Program D-III dan D-IV Teknika

- Program D-III dan D-IV Ketatalaksanaan

Program pendidikan tersebut diperuntukkan bagi para lulusan :

- SMU/MAN/SMK Pelayaran/ SMK Mesin, Listrik, Otomotif

Jl .Singosari No.2a Semarang 50242 Telp. (024) 8311527, 8311528 Fax. (024) 8311529
email : info@pip-semarang.ac.id 

6. PIP – Makasar

(Politeknik Ilmu Pelayaran)

Program-program diklat yang diselenggarakan, untuk mencetak perwira pelayaran niaga yang professional.

Program diklat yang ditawarkan adalah :

- Program D-III dan D-IV Nautika

- Program D-III dan D-IV Teknika

- Program D-III dan D-IV Ketatalaksanaan

Program pendidikan tersebut diperuntukkan bagi para lulusan :

- SMU/MAN/SMK Pelayaran/ SMK Mesin, Listrik, Otomotif

Lokasi : Jl Tentara Pelajar No. 173 Makassar – Sulsel

PERTAMINA – MTC
Jl. Pemuda No. 44 Jakarta Timur
Telp. (021) 4890658, 4721082
Fax. (021) 4893318
E-mail : diksus@pertaminashipping.com


7.  AKMI CIREBON
 ( Akademi Maritim Suaka Bahari )

Program-program diklat yang diselenggarakan, untuk mencetak perwira pelayaran niaga yang professional.

Program diklat yang ditawarkan adalah :

- Program D-III Nautika

- Program D-III Tehnika

- Program D-III Ketatalaksanaan.

Program pendidikan tersebut diperuntukkan bagi para lulusan :

- SMU/MAN/SMK Pelayaran/ SMK Mesin, Listrik, Otomotif

Alamat : 
Jl. Jendral Sudirman no. 154 Ciperna Cirebon Selatan Tlp. 0231-485993


8. BP2IP SORONG

BP2IP Sorong Jln.Tanjung Saoka No.1 Sorong Barat
dilengkapi Fasitlitas Simulator dan Laboratorium Standar Internasional dengan luas 23 Ha.
Diklat Up Dating COC (ANT-D / )
serta Diklat COP :
(BST,SCRB,AFF,MEFA,TF)

Dan banyak lagi AKADEMI PELAYARAN lainya di tanah air ini yg mempersiapkan/mencetak para ahli kelautan dan pelayaran dengan program yang sama.

wasalam.......

Akira Kyoshi A Sopyan
email : akira_kyoshi@yahoo.com

Sabtu, 28 Juli 2012

SERTIFIKAT KEAHLIAN PELAUT ( Certificate Of Competency / COC )


SERTIFIKAT KEAHLIAN PELAUT (Certificate Of Competency / COC)

Sertifikat Keahlian Pelaut Nautika
  1. Sertifikat Ahli Nautika Tingkat I ( ANT I )
  2. Sertifikat Ahli Nautika Tingkat II ( ANT II )
  3. Sertifikat Ahli Nautika Tingkat III ( ANT III )
  4. Sertifikat Ahli Nautika Tingkat IV ( ANT IV )
  5. Sertifikat Ahli Nautika Tingkat Dasar ( ANT Dasar)
  Catatan :
      Untuk mendapatkan sertifikat Nautika tingkat III bisa di dapatkan di Sekolah tinggi pelayaran atau Akademi Maritim salah satunya adalah AKMI CIREBON.
Sertifikat Ahli Nautika Tingkat Dasar (ANT Dasar) adalah Sertifikat Keahlian sebagai Rating Deck.
     
  • Sertifikat Keahlian Pelaut Teknik Permesinan
  1. Sertifikat Ahli Teknika Tingkat I ( ATT I )
  2. Sertifikat Ahli Teknika Tingkat II ( ATT II )
  3. Sertifikat Ahli Teknika Tingkat III ( ATT III )
  4. Sertifikat Ahli Teknika Tingkat IV ( ATT IV )
  5. Sertifikat Ahli Teknika Tingkat Dasar ( ATT Dasar)
Catatan :
Untuk mendapatkan sertifikat Teknik tingkat III bisa di dapatkan di Sekolah tinggi pelayaran atau Akademi Maritim salah satunya adalah AKMI CIREBON.Sertifikat Ahli Teknika Tingkat Dasar (ATT Dasar) adalah Sertifikat Keahlian untuk Rating Mesin.

  • Sertifikat Keahlian pelaut radio elektronika 
  1. Sertifikat Ahli Elektronika I ( REK I )
  2. Sertifikat Ahli Elektronika II ( REK II )
  3. Sertifikat Operator Radio Umum ( ORU )
  4. Sertifikat Operator Radio Terbatas ( ORT )

 

 Sertifikat keselamatan dasar keterampilan 

_________________________________________________

( Basic Safety Training / BST ) Sertifikat Ketrampilan Khusus

Sertifikat Ketrampilan Keselamatan Kapal Tangki

  1. - Familirialisasi Kapal Tangki
  2. - Program Pelatihan Tingkat Lanjut Tentang Pengoperasian Kapal Tangki Minyak
  3. - Program Pelatihan Tingkat Lanjut Tentang Pengoperasian Kapal Tangki Bahan Kimia
  4. - Program Pelatihan Tingkat Lanjut Tentang Pengoperasian Kapal Tangki Gas Cair

Sertifikat Ketrampilan Keselamatan Kapal Penumpang Ro-Ro

  1. - Pelatihan Manajemen Pengendalian Massa
  2. - Pelatihan Familiarisasi Kapal Penumpang Ro-Ro
  3. - Pelatihan Keselamatan untuk Personil yang memberikan pelayanan penumpang kepada penumpang     pada ruang-ruang penumpang
  4. - Pelatihan Keselamatan Penumpang, Muatan dan Kekedapan Lambung
  5. - Pelatihan Pengendalian Krisis dan Prilaku Manusia

Sertifikat-sertifikat lainnya yang harus dimiliki anatara lain :

  1. • Sertifikat Ketrampilan Penggunaan Pesawat Luput Maut dan Sekoci Penyelamat
  2. • Sertifikat Ketrampilan Sekoci Penyelamat Cepat
  3. • Sertifikat Ketrampilan Pemadaman Kebakaran Tingkat Lanjut
  4. • Sertifikat Ketrampilan Pertolongan Pertama
  5. • Sertifikat Ketrampilan Perawatan Medis di atas Kapal
  6. • Sertifikat Ketrampilan Pengoperasian Radar Simulator & Alat Bantu Plotting Radar Otomatis.
 Kemajuan di bidang pelayaran terus berkembang seiring dengan itu untuk menyesuaikan tehnologi maka untuk tahun 2013 di indonesia ada perubahan / pemutihan beberapa nama sertifikat.

Perubahan nama Ijazah dan tambahan beberapa sertifikatyang harus dipenuhi ssi.

AMANDEMENT STCW Manila 2010 sbb:

1.ANT / ATT - IV s/d I berubah menjadi COP (Certificate of Proficiency) IV-I

2.ANT D / ATT D berubah menjadi NWR (Navigational Watch Rating)

Tambahan certifikat untuk perwira Deck - IV & III

1.ECDIS

2.BRM

3.SAT ( Security Aware Training)

4.Application of Leadership & Team Working Skill

5.Inviroment aware training

6.Cargo Space Inspection

Untuk Perwira Deck II & I sama dengan diatas ditambah dengan Navigation at Polar Water

Tambahan Certificate untuk perwira Mesin.

1.Engine Resort Management

2.Security Aware Training

3.Application of Leadership & Team Working Skill

4.Marine Steam Turbin

5.Marine Steam Boiler

Batas Updating dan tambahan seritikat januari 2013 s/d 2016



Kamis, 26 April 2012

Akademi Maritim ( AKMI ) Suaka Bahari

AKMI
Akademi Maritim Suaka Bahari Cirebon
Jl. Jendral Sudirman no. 154 Ciperna Cirebon Selatan Tlp. 0231-485993
___________________________________________________________________________________

  Salam Bahari

Salam sejahtera kepada semuanya putra putri bangsa, salam korsa buat para alumni AKMI cirebon di manapun berada, Saya disini hanya ingin menyampaikan dan mengungkapkan harapan sebagai Alumni AKMI cirebon yang pernah menimba ilmu di akademi pelayaran ini.

Akmi cirebon adalah akademi pelayaran yangg sudah banyak mencetak para perwira pelaut indonesia dan para alumninya sudah banyak tersebar di perusahaan lokal maupun internasional dan menjadi pelaut handal kebanggaan bangsa.

Akademi Maritim Suaka Bahari Cirebon memiliki 3 jurusan yaitu :

1. NAUTIKA
( Cadet Perwira Deck dg ijazah ANT III )

2. TEHNIKA
( Cadet Perwira Mesin dg Ijazah ATT III )

3. K P N ( Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga )

Kepada para putra/putri bangsa yang berminat menjadi PERWIRA PELAYARAN silahkan mencari informasi yang lebih lanjut datang ke kampus AKADEMI MARITIM (AKMI) SUAKA BAHARI CIREBON.






Badan Diklat Departemen Perhubungan merekomendasikan 29 lembaga pendididikan pelaut yang benar-benar memenuhi standar yang ditentukan, dan AKMI salah satunya.

Minat menjadi pelaut di masyarakat ternyata cukup tinngi. Terbukti saat ini tercatat ada lebih dari 100 lembaga pendidikan pelaut, baik berupa perguruan tinggi, sekolah menengah, maupun kursus-kursus. Padahal pada tahun 2000, jumlahnya hanya mencapai 34 lembaga pendidikan swasta. Sayangnya, dari sejumlah lembaga pendidikan pelaut yang muncul itu, tidak semuanya memiliki standar kualitas yang memadai. Akibatnya, para lulusan dari lembaga pendidikan tersebut tidak memenuhi keahlian pelaut.

Standar pendidikan pelaut saat ini mengacu pada standar yang ditetapkan Internasional Maritime Organization (IMO) yakni Standart of Training Certification Watckeeping for Seaferers (STCW) 95.

Untuk mengatasi keadaan itu Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Departemen Perhubungan melakukan penataan pada sejumlah lembaga pendidikan tersebut.

Menurut Kepala Badan Dephub, Purnomosidhi, untuk melakukan penataan, Badan Diklat membentuk tim yang melakukan penyeleksian terhadap sekolah dan kursus pelaut. Seleksi tersebut meliputi, sistem manajemen mutu, tenaga pengajar, prasarana diklat, laboratorium dan simulator.

"Dari semua sekolah dan kursus pelaut swasta yang ada di Indonesia tercatat 29 sekolah dan kursus pelaut yang memenuhi standar. Hasil penyaringan itu, kami rekomendasikan kepada pihak administration (Dirjen Perhubungan Laut) untuk mendapatkan approval.

Data yang tercatat sampai Juli 2002 tercatat 102.896 pelaut yang berhasil mendapatkan sertifikat Basic Safety Training (BST), sedangkan pelaut perwira yang sudah memperbarui sertifikat keahliannya sebanyak 57.609 pelaut masing-masing perwira dek 16.911 orang, perwira mesin 14.542 orang dan kelasi sebanyak 26.156 orang.

Wajah Alumni AKMI